Rabu, 06 Januari 2010

Satu Jam Sehari

“Seorang bijaksana bernama Franklin Field pada suatu ketika pernah menulis garis pemisah antara sukses dan kegagalan bisa dinyatakan dengan kata : SAYA TIDAK PUNYA WAKTU”

Pada zaman sekarang yang sibuk ini rasanya kerap kali tidak cukup banyak waktu dalam sehari untuk menyelesaikan hal – hal yang ingin kita lakukan dan kehendaki, sehingga kita tidak meninggalkan banyak gagasan. Namun di dunia ini penuh dengan orang – orang yang memiliki tekad yang besar, yang menemukan cara untuk menyisihkan waktu sekurang – kurangnya satu jam sehari untuk pengembangan pribadi yang kreatif. Kita juga sering memperhatikan semakin sibuk seseorang, semakin mampu dia menyediakan waktu satu jam sehari untuk digunakan sendiri. Apa cara terbaik untuk melakukan hal ini?
Cara terbaik untuk melakukan hal ini adalah “kita menyediakan waktu satu jam sehari”.

Dari pengalaman, saya dapat memberitahu anda bahwa jika kita menyediakan waktu satu jam setiap hari untuk melakukan suatu proyek, maka kita berhasil mengumpulkan waktu 365 jam setahun, atau sama dengan 45 hari kerja penuh, masing – masing delapan jam sehari. Ini seperti menambahkan satu setengah bulan kehidupan produktif setiap tahun dalam hidup kita.

Namun ketika kita berbicara tentang menyisihkan waktu satu jam sehari biasanya jawabannya adalah “ Saya terlalu sibuk “.
Memang harus diakui ini tidak mudah, semua ini memerlukan tekad yang kuat, dan untuk memulainya sangatlah sulit, namun setelah kita bergerak dan menikmatinya maka manfaatnya akan kita rasakan. Rahasianya adalah menciptakan waktu satu jam ini, kemudian memanfaatkannya secara bijaksana. Kalau diberi kesempatan setiap hari, setiap pikiran akan bisa menciptakan gagasan.

James Russell berkata : Kesempatan menyendiri diperlukan oleh imajinasi sebagaimana masyarakat diperlukan demi keutuhan dan kesehatan watak manusia.

Hal yang penting adalah membuat waktu ketika kita sendirian menjadi waktu yang produktif, dan itu bisa dilaksanakan walaupun kadang – kadang hanya menghasilkan kesadaran akan keberadaan kita yang sejahtera.

Tidak ada umur yang terlalu tua untuk mulai memetik keuntungan dari waktu satu jam sehari sendirian. Banyak orang yang memberi dirinya waktu satu jam sehari untuk menyendiri akan memperoleh imbalan walaupun tidak menghasilkan apa – apa, paling tidak mereka akan bisa meninjau pikirannya sendiri. Walaupun demikian akan lebih memuaskan kalau kita menetapkan sasaran yang pasti untuk waktu menyendiri satu jam ini.

Oleh sebab itu orang mengambil kebiasaan bekerja dengan sasaran suatu aspirasi, cakrawala pencapaian prestasi menjadi tak ada batasnya. Waktu yang dimanfaatkan secara produktif bisa menghidupkan kembali semangat.

“Ingat bahwa Anda bekerja untuk hidup, dan Anda tidak hidup untuk bekerja.”

3 komentar:

  1. satu jam untuk blog sudah cukup untuk membuat sebuah blog kecil yang sukses!

    BalasHapus
  2. Hehehe..
    Masih belajar ngeblog om jd butuh wktu berjam2 dech. hehehe..
    btw trims komen nya.

    BalasHapus